Dalam kurun waktu setahun terakhir ini, Batu Akik sebagai salah satu Batu Mulia dengan signifikan membumbung harganya, terutama hasil akhirnya yang digunakan sebagai perhiasan dan sebagai asesoris dengan berbagai macam model dan kemasan. Padahal dari deretan Batu Mulia yang ada seperti Pirus (biasanya berwarna biru atau hijau dengan urat batu yang muncul jelas, safir (bisa biru, kuning dsb), kecubung (putih atau ungu kadang kuning), mirah (merah darah gelap), mata kucing (hijau muda dan bersinar seperti mata kucing) , Giok (hiaju muda) dan banyak jenis lainnya lagi, maka jenis Batu Akik mempunyai penggemar yang cukup variatif mulai dari kalangan bawah sampai tingkatan atas tergantung pada tampilan dari Batu Akik itu sendiri, sedangkan Batu-batu lainnya sudah mempunyai segmen sendiri tertentu dan tidak seluas si Akik. Rata-rata di Indonesia, barang perhiasan berharga ini datangnya dari lokal Indonesia (akik, giok lokal, kecubung, pirus ) atau sekitar India, Srilangka, Thailand dan Kamboja.
Bila diperhatikan, sebelum Batu Akik ini Booming dan secara otomatis mengerek juga rekan-rekannya sesama batu mulia, maka para penggemar Batu Mulia ini sudah mempunyai komunitas penggemarnya sendiri-sendiri berdasarkan jenis batunya, justru bisa dinyatakan penggemar Batu Akik didominasi oleh masyaarakat kelas terbawah, karena adanya anggapan bahwa Batu Akik adalah batu mulia dengan kelas harga level bawah, sehingga siapapun dapat memakainya dengan berbagai macam coraknya. Meskipun tentu saja, karena pengaruh mistis, maka batu akik dengan bentuk-bentuk tertentu yang memunculkan gambar seperti gambar orang, gambar burung tertentu ataupun huruf tertentu dapat berharga mahal tergantung kepada kefanatikan pemburunya.
Seperti halnya barang HOBBY, yang tidak dapat diperkirakan ongkos produksinya, maka harga batu mulia termasuk Akik (dan kawan-kawannya) tidak mempunyai patokan berdasarkan nilai harga jual produksi (HPP), yang berlaku adalah nilai pasar penggemarnya. Harga bisa dimulai dari harga lima ribuan sampai dengan puluhan juta tergantung CERITA yang dimiliki bahkan dimunculkan. Apalagi, bila hal tersebut didorong oleh promosi pemasaran yang luar biasa melalui Pameran, cerita di Media (termasuk Media sosial) dsb. Hal ini disampaikan , agar masyarakat benar-benar memaklumi bahwa barang yang dibelinya mempunyai nilai yang sama dengan harga yang harus dibayarnya melalui alatm pembayaran bernama uang. Dengan demikian masyarakat tidak merasa rugi dan menyalahkan beberapa pihak lain, bilamana masyarakat mkemudian merasa kecewa dengan barang yang telah dimilikinya dan kemudian menmcoba un tuk membanding-bandingkannya dengan barang sejenis lainnya.
Kemudian sebagai barang koleksi dan barang hobbi, barang-barang ini bisa saja mempunyai kiemungkinan untuk jatuh harganya bilamana sudah mencapai titik jenuh dan titik tolak perhatian barang hobby ini berpindah pada jenis barang lainnya. Ingatlah kejadian saat tanaman Antorium, Jenis-jenis Kamboja dsb mencapai harga samapai ratusan juta rupiah per pot nya atau beberapa jenis Ikan Lou Han, ikan Arwana, ikan Cupang, Ikan Gracekelly, selain itu jenis burung-burungan dsb. Pasar yang sedang bullish (meminjam istilah pasar saham) selalu tidak dapat menampilkan harga sesungguhnya secara masuk akal. Kelebihan yang dimiliki oleh batu mulia dibanding bunga-ikan-burung dsb adalah, bahwa Penggemar Batu Mulia sejak dahuilu kala sudah mempunyai komunitas sendiri, mereka membentuk jaringan sendiri melalui pertemuanm-pertemuan secara tradisional (getok tular dsb) dan mereka sudah punya standar harga sendiri yang cukup baku diantara sesama penggemar (baik penjual-perantara-pengrajin-pemakai dan pembeli). Oleh karena itu bersikap WASPADA dan tergantung kepada motivasi anda dalam membelinya sebelum bertindak bertransaksi akan membantu anda untuk berinvestasi secara bijak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar